Bismillahi rohmaani rohiim

.

Kamis, 27 Mei 2010

Tiga tanda kematian

Dikisahkan bahwa malaikat maut
(Izrail) bersahabat dengan Nabi
Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub
berkata kepada malaikat maut. "Aku
menginginkan sesuatu yang harus
kamu penuhi sebagai tanda
persaudaraan kita."
"Apakah itu?" tanya malaikat maut.
"Jika ajalku telah dekat, beri tahu
aku." Malaikat maut berkata, "Baik
aku akan memenuhi permintaanmu,
aku tidak hanya akan mengirim satu
utusanku, namun aku akan
mengirim dua atau tiga utusanku."
Setelah mereka bersepakat, mereka
kemudian berpisah.
Setelah beberapa lama, malaikat
maut kembali menemui Nabi
Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub
bertanya, "Wahai sahabatku, apakah
engkau datang untuk berziarah atau
untuk mencabut nyawaku?"
"Aku datang untuk mencabut
nyawamu." Jawab malaikat maut.
"Lalu, mana ketiga utusanmu?"
tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim."
Jawab malaikat, "Putihnya
rambutmu setelah hitamnya,
lemahnya tubuhmu setelah
kekarnya, dan bungkuknya
badanmu setelah tegapnya. Wahai
Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap
bani Adam."
Kisah tersebut mengingatkan
tentang tiga tanda kematian yang
akan selalu menemui kita, yaitu
memutihnya rambut; melemahnya
fisik, dan bungkuknya badan. Jika
ketiga atau salah satunya sudah ada
pada diri kita, itu berarti malaikat
maut telah mengirimkan utusannya.
Karena itu, setiap Muslim hendaknya
senantiasa mempersiapkan diri
untuk menghadapi utusan tersebut.
Kematian adalah kepastian yang
akan dialami oleh setiap manusia
sebagaimana yang telah ditegaskan
dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan
mati." (QS Ali Imran [3]: 185).
Karena itu, kita berharap agar saat
menghadapi kematian dalam
keadaan tunduk dan patuh kepada-
Nya. "Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah
dengan sebenar-benar takwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-
kali kamu mati melainkan dalam
keadaan beragama Islam." (QS Ali
Imran [3]: 102).
Tidaklah terlalu penting kita akan
mati, tapi yang terpenting adalah
sejauh mana persiapan menghadapi
kematian itu. Rasulullah SAW
mengingatkan agar kita bersegera
untuk menyiapkan bekal dengan
beramal saleh. "Bersegeralah kamu
beramal sebelum datang tujuh
perkara: kemiskinan yang
memperdaya, kekayaan yang
menyombongkan, sakit yang
memayahkan, tua yang
melemahkan, kematian yang
memutuskan, dajjal yang
menyesatkan, dan kiamat yang
sangat berat dan
menyusahkan." (HR Tirmidzi).
Bekal adalah suatu persiapan, tanpa
persiapan tentu akan kesulitan dalam
mengarungi perjalanan yang
panjang dan melelahkan. Oleh
karena itu, "Berbekallah,
sesungguhnya sebaik-baik bekal
adalah takwa." (QS Al-Baqarah [2]:
197).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar