REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI--
Pengurus
Cabang
Nahdlatul Ulama
Kabupaten
Bekasi, Jawa Barat mengimbau
seluruh umat Islam, khususnya di
wilayahnya, untuk menyeragamkan
arah kiblat pada Jumat (28/5) 2010
pukul 16.17 WIB. "Sebab, pada saat
itu matahari tepat berada di atas
Ka`bah. Setiap bayangan yang tegak
lurus akan mengarah ke Ka`bah,"
kata Ketua Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten
Bekasi KH Munir Abbas Bukhori
kepada ANTARA, di Cikarang,
Selasa.
Menurut dia, perhitungan itu
berdasarkan hasil kajian Lajnah
Falakiah Pengurus Besar NU yang
membidangi hukum shalat. Kejadian
itu, katanya, hanya berlangsung
sekali dalam setahun. "Imbauan itu
sudah kami sebarkan kepada
masyarakat dalam bentuk selebaran,
khususnya di 23 kecamatan
Kabupaten Bekasi agar seluruh
kaum Muslim mengetahui hal itu,"
katanya.
Ia mengatakan, sebagian besar
bangunan masjid dan mushola di
wilayah Kabupaten Bekasi memiliki
kesalahan dalam menentukan arah
kiblat sehingga mempengaruhi hasil
ibadah. "Di Kabupaten Bekasi, ada
banyak sekali tempat ibadah umat
Islam yang salah menentukan arah
kiblat. Melenceng sedikit saja dari
arah yang ditentukan akan
berdampak pada kualitas ibadah,"
katanya.
Sementara Kepala Seksi Urusan
Agama Islam Kantor Wilayah
Kementrian Agama Kabupaten
Bekasi Edi Suhadi menyambut baik
gagasan tersebut. "Berdasarkan
hasil kajian kami di lapangan,
sebanyak delapan dari 10 masjid
yang dijadikan contoh ternyata arah
kiblatnya belum pas beberapa
derajat dari arah Ka`bah," katanya.
Menurut Edi, mayoritas masjid
tersebut berdiri di lahan pemukiman
penduduk. "Karena pada saat proses
pembangunannya tidak
diperhitungkan secara rinci oleh
kontraktor yang bersangkutan,"
ujarnya. Data tersebut, kata dia,
diperoleh dari tim evaluasi arah
Kiblat yang sengaja dibentuk
pihaknya dengan jumlah anggota
lima orang yang disebar secara acak
di setiap kecamatan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar