Mu'az bin Jabal RA berkata,
Rasulullah SAW bersabda,
''Penghuni surga itu tidak akan
pernah merasa menyesal terhadap
sesuatu pun kecuali terhadap waktu
yang meninggalkan mereka yang
tidak mereka isi dengan dzikir
kepada Allah Azza wa Jalla.'' (HR. At-
Thabrani).
Manusia tumbuh mulai dari
kandungan sampai dewasa melalui
lintasan-lintasan waktu. Ketika tua,
manusia mulai sadar bahwa
hidupnya tinggal menunggu
beberapa tahun. Dengan kondisi
seperti itu, ia mulai giat beribadah,
menyesali betapa sedikit amal yang
bisa dilakukan.
Semuanya cukup terlambat untuk
memperbaiki diri atau mencari ilmu
walaupun hadits Rasulullah
mengatakan, ''Carilah ilmu dari sejak
buaian sampai liang lahat.''
Memang, usia tidak membatasi
seseorang dalam melakukan
perbaikan diri dan menuntut ilmu,
namun akan sedikit ilmu yang teraih
dibandingkan menuntut ilmu sejak
dini.
Waktu memiliki sifat irreversible
(tidak pernah kembali),
untransfersible (tidak bisa
dipindahkan kepada orang lain),
unsubstitution (tidak tergantikan
oleh apa pun), dan unpayable (tak
dapat dibeli).
Seorang yang sudah tua tidak bisa
menjadi remaja lagi. Barang hilang
bisa diganti dengan uang. Kekayaan
dan kemewahan hancur dapat
diperoleh kembali dengan usaha.
Tapi waktu pergi, hendak ke mana
dicari penggantinya? Kepemilikan
harta dari orang mati dapat
dipindahkan kepada hak warisnya.
Namun waktu hanya dimiliki tiap
individu di mana masing-masing
berbeda tak mungkin
dipindahtangankan kepemilikannya.
Baju dicuri akan 'kembali' dengan
membeli yang baru. Namun, tak
ada seorang pun yang dapat
membeli masa mudanya yang
sudah pergi.
Satu-satunya aset terbesar yang
dimiliki manusia hanyalah waktu.
Waktu atau kesempatan tidak terjadi
dua kali. Mumpung berkesempatan
masih muda, mempunyai jabatan
tinggi dan uang banyak, marilah kita
beramal. Kelak ketika mata telah
kabur, usia telah uzur, dekat liang
kubur, janganlah segalanya menjadi
bubur.
Rasulullah mengingatkan, ''Ada dua
nikmat yang banyak di antara
manusia itu justru merasa merugi
karenanya; kesehatan dan
kekosongan.'' (HR Bukhari).
Semoga kita tidak termasuk orang-
orang yang merugi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar