Bismillahi rohmaani rohiim

.

Senin, 17 Mei 2010

surat al mulk

1 Maha Suci Allah Yang di tangan-
Nyalah segala kerajaan, dan Dia
Maha Kuasa atas segala
sesuatu,(QS. 67:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun
Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah
Al Mulk 1
َكَراَبَت يِذَّلا ِهِدَيِب
ُكْلُمْلا َوُهَو ىَلَع ِّلُك
ٍءْيَش ٌريِدَق )1 )
Ayat ini menerangkan bahwa Allah
SWT, Yang Maha Suci dan yang
tidak terhingga rahmat-Nya, adalah
penguasa segala kerajaan dunia
yang fana ini dengan segala macam
isinya, dan kerajaan akhirat yang
terjadi setelah lenyapnya kerajaan
dunia; sebagaimana firman Allah
SWT:
اًعيِمَج ِهَّلِلَو ُكْلُم
ِتاَواَمَّسلا ِضْرَأْلاَو
اَمَو اَمُهَنْيَب ُقُلْخَي
اَم ُءاَشَي ُهَّللاَو ىَلَع
ِّلُك ٍءْيَش ٌريِدَق )17 )
Artinya:
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit
dan bumi dan apa yang ada di
antara keduanya. Dia menciptakan
apa yang dikehendaki-Nya. Dan
Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (Q.S Al Ma'idah: 17)
Dan firman Allah SWT:
ُدْمَحْلا ِهَّلِل ِّبَر
َنيِمَلاَعْلا )2( ِنَمْحَّرلا
ِميِحَّرلا )3( ِكِلاَم ِمْوَي
ِنيِّدلا )4 )
Artinya:
Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam, Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. Yang menguasai
hari pembalasan. (Q.S Al Fatihah:
1-4)
Allah SWT, penguasa kerajaan
dunia; berarti Dia4ah yang
menciptakan seluruh alam ini
beserta segala yang terdapat di
dalamnya. Dia pulalah yang
mengembangkan, menjaga
kelangsungan wujudnya, mengatur,
mengurus, menguasai dan
menentukan segala sesuatu yang
ada di dalamnya, menurut yang
dikehendaki-Nya. Dalam mengatur,
mengurus, mengembangkan dan
menjaga kelangsungan wujud alam
ini, Dia menetapkan hukum-hukum
dan peraturan-peraturan. Semua
wajib tunduk dan mengikuti
hukum-hukum dan peraturan yang
dibuat-Nya itu. Tidak ada sesuatu
pengecualian pun. Apa dan siapa
saja yang tidak mau tunduk dan
patuh, serta mengingkari hukum-
hukum dan peraturan-peraturan itu
pasti akan binasa atau sengsara.
Hukum-hukum dan peraturan-
peraturan Allah SWT yang berlaku
di alam ini berupa:
1. Sunatullah.
2. Agama Allah.
Yang pertama,
Sunatullah, ialah hukum-hukum dan
ketentuan-ketentuan Allah SWT,
yang berlaku di alam semesta ini;
baik bagi makhluk hidup maupun
benda mati, baik bagi manusia
maupun bagi binatang, tumbuh-
tumbuhan dan benda yag tidak
bernyawa, baik bagi bumi dengan
segala isinya maupun bagi seluruh
planet-planet yang terapung beredar
di jagat raya yang tiada terpermanai
luasnya itu. Di antara hukum dan
peraturan Allah itu, ialah api
membakar, air mengalir dari tempat
yang tinggi ke tempat yang rendah,
hukum Pascal, hukum Archimedes.
Manusia hidup memerlukan
oksigen, makan minum, baik
berupa makan minum jasmani
maupun makan minum rohani.
Manusia adalah makhluk individu
dan makhluk masyarakat. Tiap-tiap
planet, termasuk bumi, mempunyai
daya tarik menarik dan berjalan
pada garis edarnya yang telah
ditentukan; dan banyak lagi hukum-
hukum dan peraturan-peraturan
Allah, baik yang telah diketahui
manusia, maupun yang belum
diketahuinya
Pelanggaran terhadap hukum dan
peraturan Allah berarti kesengsaraan
dan kebinasaan bagi yang
melanggarnya. Seperti
memasukkan tangan ke dalam api
berakibat terbakarnya tangan
tersebut, merusak alam atau
menebang hutan yang melampaui
batas, berakibat banjir dan kerugian
bagi manusia. Bahkan bintang-
bintang dan meteor yang menyalahi
hukum Allah akan mengalami
kehancuran.
Yang kedua, ialah agama Allah.
Agama Allah berisi petunjuk-punjuk
bagi manusia. Dengan mengikuti
petunjuk-petunjuk itu manusia akan
berbahagia hidup di dunia dan di
akhirat nanti. Agama yang berisi
petunjuk-petunjuk itu diturunkan
Allah kepada para rasul yang telah
diutusnya; sejak dan Nabi Adam
A.S., sampai kepada Nabi
Muhammad SAW., sebagai Nabi
dan Rasul Allah yang terakhir,
penutup dari segala Rasul dan Nabi.
Manusia yang hidup setelah
diutusnya Nabi Muhammad SAW.,
sampai akhir zaman nanti, wajib
mengikuti agama yang dibawa oleh
Nabi Muhammad SAW., seandainya
mereka ingin hidup berbahagia di
dunia dan akhirat nanti.
Demikianlah Allah SWT yang
menguasai, mengurus, mengatur
dan menjaga kelangsungan wujud
alam ini, menetapkan undang-
undang dan peraturan-peraturan,
sehingga dengan demikian terlihat
semuanya teratur rapi, indah dan
bermanfaat bagi manusia. Apabila
seorang warga negara wajib tunduk
dan patuh kepada hukum-hukum
dan peraturan-peraturan yang
berlaku di negaranya, tentulah ia
harus lebih wajib lagi tunduk dan
patuh kepada hukum dan peraturan
Allah yang menciptakan, memberi
nikmat dan menjaganya. Jika suatu
negara menetapkan sangsi-sangsi
bagi setiap warga negara yang
melanggar hukum hukum dan
peraturan-peraturan yang telah
ditetapkannya, maka Allah lebih
menetapkan sangsi dan mengadili
dengan seadil-adilnya setiap
makhluk yang mengingkari hukum
dan peraturan yang telah dibuat-
Nya.
Di samping sebagai penguasa
kerajaan dunia, Allah SWT juga
menguasai kerajaan akhirat, yang
ada setelah hancurnya seluruh
kerajaan dunia. Kerajaan akhirat
merupakan kerajaan abadi; dimulai
dari terjadinya Hari Kiamat, hari
kehancuran dunia, dibangkitnya
manusia dari kubur. Kemudian
dikumpulkan di padang Mahsyar
untuk diadili dan ditimbang amal
dan perbuatannya. Dari pengadilan
itu diputuskanlah: mana yang
beriman dan berat amal salehnya
dibandingkan dengan kesalahan
yang telah diperbuatnya, maka ia
diberi balasan dengan menyediakan
surga, tempat yang penuh
kenikmatan. Sebaliknya jika
perbuatan jahat yang telah
dikerjakannya selama hidup di dunia
lebih berat dari iman dan amal saleh
yang telah dilakukannya, maka
balasan yang mereka peroleh adalah
neraka, tempat yang penuh
kesengsaraan yang tiada taranya.
Kehidupan di akhirat, baik di surga
maupun di neraka adalah kehidupan
yang kekal. Di surga Allah
melimpahkan kenikmatan dan
kebahagiaan kepada orang-orang
yang beriman dan beramal saleh
sedang di neraka Allah menimpakan
siksaan yang sangat berat kepada
orang-orang kafir dan berbuat jahat.
Allah berfirman:
ىَلَب ْنَم َبَسَك ًةَئِّيَس
ْتَطاَحَأَو ِهِب ُهُتَئيِطَخ
َكِئَلوُأَف ُباَحْصَأ
ِراَّنلا ْمُه اَهيِف
َنوُدِلاَخ )81( َنيِذَّلاَو
اوُنَمآ اوُلِمَعَو
ِتاَحِلاَّصلا َكِئَلوُأ
ُباَحْصَأ ِةَّنَجْلا ْمُه
اَهيِف َنوُدِلاَخ )82 )
Artinya:
(Bukan demikian), yang benar:
barangsiapa berbuat dosa dan ia
telah diliputi oleh dosanya, mereka
itulah penghuni neraka, mereka
kekal di dalamnya. Dan orang-orang
yang beriman serta beramal saleh,
mereka itu penghuni surga; mereka
kekal di dalamnya. (Q.S Al Baqarah:
81-82)
Pada akhir ayat ini, ditegaskan
bahwa Allah SWT sebagai penguasa
kerajaan dunia dan kerajaan akhirat,
Maha Kuasa atas segala sesuatu,
tidak ada sesuatu pun yang
membandingi kekuasaan-Nya itu
dan tidak ada sesuatupun yang
dapat luput dari kekuasaan-Nya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar